Atap Baja Ringan | Saat ini rangka atap baja memang populer di kalangan masyarakat umum dan penggiat konstruksi. Atap yang mempunyai fungsi utama rumah yaitu sebagai pelindung dari panas dan hujan, dan atap harus kuat dalam jangka waktu lama.

Salah satu hal yang mempengaruhi kekuatan atap adalah rangka atap yang membentuk struktur utama atap sebelum ditutup dengan genteng pada tahap finishing. Untuk yang belum mengetahui tentang atap material baja ringan, akan kami bahas sebagai berikut.

Apa itu atap Material baja ringan?

Material baja ringan bisa didefinisikan sebagai material baja yang lebih tipis dan ringan bila dibandingkan baja konvensional, bahan penyusun baja adalah karbon dan besi yang akan rentan mengalami karat apabila material ini terekspos air dan udara dalam waktu lama.

Oleh karena itu selain ringan, rangka atap material baja ringan biasanya juga anti karat. Baja ringan memiliki tiga varian (G250, G300, G500) yang dibedakan berdasarkan kekuatan tarik tingginya, fungsi dan ketebalan 0,20 sampai 2 mm.

Umumnya, ketebalan kuda-kuda atap material baja ringan adalah sekitar 0,45 – 100 mm. Kolom memiliki ketebalan lebih besar, yaitu 1,00 – 2 mm, sedangkan genteng metal harus memiliki ketebalan 0,2 mm karena beban yang ditanggung bagian ini lebih ringan daripada rangka baja ringan di bagian kolom.

Rangka atap baja ringan mampu menahan beban deformasi tanpa mengakibatkan kerusakan pada beban tarik. Baja ringan juga mampu menahan beban selama proses fabrikasi atau transportasi tanpa menimbulkan kerusakan besar. Ini sangat berbeda dengan rangka dari bahan kayu atau baja biasa yang bersifat keras. Kedua material ini bisa luluh lantak bila tertimpa beban kejut.

Pemasangan rangka atap material baja ringan relatif singkat

Rangka atap baja mudah disambungkan satu sama lain menggunakan baut, mur, atau dilas. Selain itu, sesuai dengan namanya, rangka atap dengan material baja ringan tidak seberat baja biasa. Inilah mengapa pemasangan rangka tersebut hanya memerlukan waktu yang lebih singkat

Sifat ringan atap baja ini akan memudahkan kita saat hendak memindahkannya ke tempat lain. Per satuan berat rangka atap memiliki kekuatan tinggi, sehingga potensi beban matinya menjadi kecil. Rangka atap baja ringan cocok dipakai di rumah atau bangunan dengan bentang atap yang lebar. Sebagai bahan perbandingan, berat rangka atap material baja ringan adalah 9 kg per meter persegi. Lebih ringan bila dibandingkan dengan bobot kayu (18 kg per meter persegi) dan baja biasa (25 kg per meter persegi).

atap baja ringan

struktur baja konvensional, karat bisa muncul di bagian sambungan yang dilas. Sedangkan proses penggantian akan memakan waktu lama karena baja cukup berat. Baja ringan sudah dilapisi dengan zinc dan aluminium (zincalum) sehingga empat kali lebih tahan terhadap karat daripada baja biasa.

Rangka atap baja ringan sudah tersedia dalam bentuk jadi, dan tugas kita adalah merangkainya saja. Biasanya baja profil C digunakan sebagai pembentuk rangka utama, dan baja ringan profil U digunakan sebagai reng. Dengan demikian, pembuatan kasau dan gording sudah tidak diperlukan. Baja sudah dipotong secara presisi oleh mesin pabrik dan telah disambungkan dengan mur tanpa baut.

Menggunakan rangka atap baja ringan sudah dipromosikan sebagai langkah pembangunan yang ramah lingkungan, karena sama sekali tak ada kayu yang digunakan dalam pembuatannya.

Kekurangan rangka atap material baja ringan

Hanya bisa dilakukan oleh ahli di bidang atap baja ringan, dalam pemasangan atap baja ringan, peletakan bagian-bagiannya harus dilakukan secara lebih teliti dan akurat. Dan memerlukan ahlinya di bidang rangka atap baja ringan.

Harga atap material baja ringan termasuk mahal, namun penggunaan rangka atap baja ringan lebih menguntungkan secara jangka panjang karena kita tidak perlu melakukan penggantian rangka atap rumah di masa selanjutnya.

atap baja ringan

Rangka atap baja ringan kurang cocok di rumah yang ingin menerapkan gaya rustic atau gaya country, karena dua gaya interior ini kental dengan suasanan alami. Sebagai gantinya, bisa menerapkan gaya industrial yang identik dengan elemen logam.

Menghitung biaya pasang rangka atap Material baja ringan

  1. Buat sketsa atap
    Sebelum menghitung biaya, kita perlu menghitung luas atap rumah. Agar bisa mengetahui gambaran bentuk atap yang akan dipasang, kita bisa menggambarnya dulu sesuai dengan ukuran yang diperkecil menggunakan kalkulasi skala.
  2. Menghitung luas atap rumah
    Misalnya saja ukuran luas rumah adalah 6 x 10 m. Setiap atap memiliki oversteck sebesar 0,5 m di sisi kanan, kiri, depan dan belakang. Bila sudut kemiringan atap adalah 30 derajat, maka luas atap rumah (LAR) adalah:
    LAR = panjang x lebar / cosinus derajat kemiringan atap
    = (6 m + oversteck kanan kiri 1 m) x (10 m + oversteck depan belakang 1 m) / cos 30°
    = 7 m x 11 m : cos 30° = 77 m2 : 0.866
    LAR = 88, 92 m2.
  3. Menghitung biaya total rangka atap material baja ringan
    Pada tahap ini kita harus mengetahui berapa kisaran harga baja ringan dan harga genteng pilihan kita. Misalnya harga baja ringan setebal 1 mm saat ini adalah Rp 150 ribu/m2, sedangkan harga genteng metal adalah Rp 100 ribu/m2. Jadi total biaya baja ringan adalah:
    = (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (88,92 m2 x Rp. 140.000) + (88,92 m2 x Rp. 100.000)
    = Rp. 12.448.800 + Rp. 8.892.000
    = Rp. 22.230.000. Jadi total biaya rangka atap material baja ringan untuk rumah 6 x 10 m2 adalah Rp 22 juta 230 ribu.

Anda Ingin Mencari Atap baja berkualitas berikut Jasa pemasangan professional? Baja Ringan Bandung Ahlinya. Hubungi Kami di kolom Kontak kami.